Jumat, 20 Mei 2011

Kunker Gubernur ke Flotim Tuai Kritik

Kunjungan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay ke Kabupaten Flores Timur dinilai tidak efisien dan memboroskan keuangan daerah. Apalagi, saat ini tengah diberlakukan anggaran berbasis kinerja (ABK).
Kritik tajam dilontarkan anggota DPRD NTT, Nikson Messakh. Kepada Timor Express, Kamis (19/5) kemarin, Nikson Messakh mengatakan kunjungan gubernur yang membawa puluhan pejabat Pemprov NTT ke daerah tidak mencerminkan semangat efisiensi di provinsi yang masih miskin ini.

Apalagi, menurutnya, tidak ada hal krusial dan darurat yang terjadi di Kabupaten Flores Timur. "Kalau ada kejadian luar biasa di sana, ya tidak apa-apa. Tapi nyatanya tidak ada yang krusial di sana," kata Nikson. Menurut Nikson, kunjungan kerja ini hanya menghambur-hamburkan keuangan daerah. Apalagi para pimpinan SKPD meninggalkan tugasnya berhari-hari, sehingga pelayanan masyarakat terhambat.

Kegiatan gubernur di Flores Timur hanya berupa seremoni saja, sehingga tidak ada alasan kuat memboyong seluruh pejabat ke sana. Menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD NTT ini, masih ada kegiatan prioritas lain yang harus dilakukan gubernur dan jajarannya. Banyak warga di berbagai kabupaten mengeluh karena fasilitas umum seperti jalan, jembatan, listrik dan air belum terpenuhi.

Apalagi, fasilitas-fasilitas tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. "Setiap kali kita kunker (kunjungan kerja, Red) selalu saja masyarakat tanyakan, tapi mau bagaimana, kita sudah sampaikan ke pemerintah, tapi tidak ambil sikap," kata Nikson.

Selain itu, ungkapnya, banyak daerah yang masih membutuhkan bantuan pemerintah provinsi karena dilanda bencana belum lama ini. Oleh karena itu, seharusnya gubernur dan jajarannya mengutamakan masalah-masalah seperti ini, bukan melakukan perjalanan dinas yang tidak efisien.

"Gubernur dan jajaran harus memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan," tambah Nikson lagi. Kritik tajam juga dilontarkan anggota DPRD Flotim, Gafar Ismail, kemarin yang mengatakan, tidak ada kejadian luar biasa yang terjadi di Flotim, sehingga sejumlah besar pejabat Pemprov NTT harus mendatangi kabupaten itu.

"Di provinsi kan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, kenapa hampir semuanya harus meninggalkan tugasnya untuk datang ke sini? Di Flotim sedang tidak terjadi hal yang luar biasa," kata politisi PKS itu. Ia menegaskan sebagai anggota DPRD yang mempunyai fungsi pengawasan wajib untuk mengingatkan pejabat yang tidak tepat menggunakan jabatannya.

Gafar juga mengkritik pemberian bantuan sosial ke sejumlah tempat yang dilakukan oleh gubernur dan penjabat bupati Flotim, Mad Wongso menjelang Pemilukada Flotim yang akan digelar tanggal 31 Mei 2011.

Menurutnya, pemberian bantuan sosial jika dilakukan tanpa identifikasi yang baik hanya akan menimbulkan kecemburuan di kalangan masyarakat. "Ada desa yang sudah memasukan proposal sekian lama, tapi belum dilayani tetapi desa-desa tertentu yang tidak mengajukan permohonan malah dibantu.

Ini kan menimbulkan kecemburuan. Masyarakat memang memerlukan bantuan tapi jangan hanya kepentingan sesaat sehingga ada desa yang justru perlu bantuan dana justru tidak dapat. Kalau mau jadi sinterklas harus cerdas," ujarnya.

Terkait perayaan ulang tahun Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Desa Watoone, Rabu (18/5), dia mengatakan, dalam semangat efisiensi, perayaan ulang tahun tersebut seharusnya dilakukan di Kupang. Provinsi NTT, lanjutnya, harus diakui adalah provinsi yang miskin. Karena itu, sebagai orang nomor satu di provinsi ini, gubernur sudah seharusnya menunjukan semangat efisiensi itu. "Kita harus jujur kalau kita provinsi miskin," sebutnya.

Selain itu, terkait banyaknya PNS yang saat ini sudah terjebak urusan politik praktis, Gafar berharap dalam menjalankan tugasnya, PNS tetap menjaga netralitasnya. Ia mengingatkan agar netralitas para PNS tidak hanya sebatas retorika yang didengungkan setiap kesempatan, tetapi harus dipertegas. Terpisah, Asisten II Setda Provinsi NTT, Anderias Jehalu yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kunjungan gubernur bersama sejumlah besar pejabat lingkup Pemprov NTT ke Adonara, Flotim.

Namun, dia membantah kalau disebut tidak efisien. "Kunjungan itu kan dalam rangka kunjungan kerja. Pak Gub bawa pimpinan SKPD agar melihat langsung keadaan di lapangan, sebab yang namanya pimpinan ya harus tau keadaan di lapangan," ujarnya. Dia menyebutkan kunjungan gubernur tersebut dalam rangka meresmikan beberapa gedung, seperti pasar, sekolah dan fasilitas air minum.

Nah, untuk itu, pimpinan SKPD yang tugasnya berkaitan langsung dibawa agar ikut memberi dukungan kepada masyarakat. "Peresmian sekolah misalnya, pak Gub meresmikan langsung sebagai bentuk dukungan dan memotivasi masyarakat di sana, termasuk fasilitas publik lainnya," tandasnya.

Terkait kritik yang dilontarkan sejumlah pihak, Anderias Jehalu tak menanggapinya. Dia menganggap tak ada yang luar bisa dari kunjungan tersebut. Kunjungan gubernur itu, kata Anderias, merupakan kunjungan kerja biasa yang dilakukan gubernur dan jajaran, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakatnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya memboyong 24 pejabat lingkup Pemprov NTT ke Adonara, Flores Timur, Minggu (15/5) lalu. Mereka mengikuti beberapa kegiatan, salah satunya merayakan hari ulang tahun ke-51 Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Gubernur Frans Lebu Raya bersama rombongan berangkat pada Minggu (15/5) menggunakan KMP Ile Boleng yang dicarter Pemprov NTT.

Sementara, Wakil Gubernur Esthon Foenay baru menyusul dengan pesawat pada Senin (16/5). Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan rombongan mengikuti beberapa kegiatan di Flores Timur, kabupaten yang siap menggelar pemilukada pada 30 Mei nanti, yakni peresmian SPBU Waiwerang, peresmian bak air minum di Waiadan dan peresmian gedung SMPN Adonara Tengah, pada hari Senin.

Selanjutnya acara peresmian Pasar Waiklibang pada hari Selasa. Sedangkan, Rabu (18/5) kemarin, rombongan menuju Desa Watone di Adonara untuk merayakan ulang tahun Gubernur Frans Lebu Raya yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi NTT.

Sementara itu, Kamis (19/5) kemarin, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menerima tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Nama-nama pejabat yang termasuk dalam rombongan ini yang berhasil dihimpun harian ini, kemarin, yakni Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (Dispenda) NTT, Emanuel Kara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) NTT, Richard Djami, Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi NTT, Obaldus Toda, Kepala Dinas Perhubungan NTT, Bruno Kupok, Kepala Dinas Sosial NTT, Piter Manuk, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Saverius Banggung, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) NTT, Niko Bala Nuhan, Kepala Biro Umum Setda NTT, Kanisius Beka, Marsel Tupen Masan (Kabid di Kesbangpolinmas), Klemens Kesule Hala (Kabid di Dinas Koperasi), Manor Pati (Kabid di Bappeda), Lambert Tukan (Kasubag di Biro Kesra) dan Agnes Palan Bolen (Kabid di Dinas Pertanian dan Perkebunan). (sam/krf-2)


ROMBONGAN GUBERNUR DAN WAGUB KE FLOTIM

No Nama Jabatan Instansi

1. Emanuel Kara Kepala Dinas Pendapatan dan Aset
2. Richard Djami Kepala Dinas Kominfo
3. Bruno Kupok Kepala Dinas Perhubungan
4. Ubaldus Toda Kepala Biro Keuangan
5. Piter Manuk Kepala Dinas Sosial
6. Saverius Banggung Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan
7. Niko Nuhan Kepala Badan Ketahanan Pangan & Penyuluhan
8. Kanisius Beka Kepala Biro Umum
9. Marsel Tupen Masan Kepala Bidang Kesbangpolinmas
10. Klemens Kesule Hala Kepala Bidang Dinas Koperasi
11. Manor Pati Kepala Bidang Bappeda
12. Lambert Tukan Kasubag Biro Kesra
13. Agnes Palan Kepala Bidang Dinas Pertanian & Perkebunan


http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=43129

1 komentar:

  1. kalo saya baca di koran timex, bukan 20 an pejabat, tapi malah 50 an pejabat yg ikut kunker.Ini ADA APA DENGAN MEREKA MEREKA PARA PEJABAT MACAM BEGINI??? Barangkali akhir bulan ini mau mutasi besar2 an eselon 2, 3 dan 4, jadi mungkin ada yg takut kena mutasi jadi ikut jalan jalan cari muka kali yaaa. waduh kasian benar nasib para birokrat kita di ntt ini. urus mangan saja nda tuntas, ternak kena tahan di jatim lagi, tki yg illegal lagi. pusing

    BalasHapus